Denny-Difri Siap Kembali Ajukan Sengketa Pilkada Ke MK

Denny-Difri siap kembali mengajukan sengketa pilkada ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait penyelenggaraan Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dilaksanakan pada tiga kabupaten/kota di 827 tempat pemungutan suara (TPS). Pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur dengan nomor urut 2 ini mengungkapkan pernyataan mereka di posko H2D di Gang Purnama Banjarbaru, Rabu (9/6) siang.

Pada konferensi pers yang dihadiri oleh perwakilan partai pendukung, tim relawan, tim advokasi dan sejumlah wartawan ini, Denny menjelaskan bahwa telah terjadi pengulangan pelanggaran pada pelaksanaan PSU yang baru saj berlangsung sejak rabu pagi tersebut. “Memang masalahnya cenderung klise, tetapi sayangnya berulang,” sesalnya.

Persoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dimana masih ada pemilih yang kehilangan hak pilihnya, bahkan ada yang secara sengaja tidak mendapatkan undangan. Meskipun telah dijelaskan bahwa undangan itu tidak wajib, akhirnya mengganggu proses pemungutan suara yang seharusnya berl;angsung secara jujur dan adil.

Selain itu masih maraknya politik uang sangat disesalkan oleh Denny-Difri. Di lapangan terjadi gesekan-gesekan antara yang ingin memberikan uang serangan fajar dengan tim H2D (Haji Denny-Haji Difri) yang berusaha untuk bermain politik bersih dan menjaga agar tidak ada terjadi transaksi jual beli suara. “Dan ini tetap mewarnai PSU kita,” ungkap Denny, pada konferensi pers yang juga disiarkan langsung melalui laman facebook Denny Indrayana.

Menurut Denny, perjuangan untuk mewujudkan pemilihan Gubernur Kalimantan Selatan yang jujur dan adil masih menghadapi tantangan-tantangan yang tidak mudah di lapangan. “Tapi menang tanpa politik uang itu bukan suatu yang mustahil,” ujarnya, sembari mengatakan bahwa H2D masih akan menunggu dan mengawal proses perhitungan suara yang dilakukan KPU, hingga nanti menjadi keputusan resmi pemungutan suara pilgub Kalsel.

denny siap ajukan sengketa pilkada
H. Denny Indrayana – H. Difriyadi Derajat (H2D)

Denny menuturkan mengajukan sengketa pilkada ke Mahkamah Konstitusi kali ini adalah pilihan dan ikhtiar terakhir untuk menjaga mandat dan amanat rakyat yang dibebankan oleh semua partai politik pendukung, tim relawan dan seluruh pemilih, dipundak Haji Denny-Haji Difri. “Sekaligus untuk mencegah adanya pikiran-pikiran, ada penyelesaian transaksi udang dibalik bakwan, kalo kami nanti berhenti pada tahapan ini,” ujarnya seraya memohon maaf kepada seluruh masyarakat Kalimantan Selatan atas langkah yang telah diputuskan oleh tim H2D tersebut.

Pengajuan sengketa pilkada ke MK merupakan cara yang dimungkinkan oleh peraturan perundang-undangan dan konstitusi di negara hukum Indonesia. “Ini menegaskan prinsip Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing, menghadapi tantangan politik uang yang terlihat jelas di depan mata,” kata Denny. “Ini adalah langkah terakhir, apapun putusan MK nanti akan kita hormati, tidak ada lagi langkah lain untuk tahapan selanjutnya pada proses pemilihan gubernur”.

Di bagian akhir dari konferensi pers, Denny Indrayana mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pemilih, relawan dan para pendukung, serta semua pihak yang telah menjaga situasi dan kondisi daerah Kalimantan Selatan. “Mari kita jaga kedamaian dan persaudaraan di Kalimantan Selatan, dan mohon ijin, minta maaf, ijinkan ulun dan Haji Difri tetap memperjuangkan pemilu yang jujur dan adil tanpa politik uang, tanpa kecurangan, melalui proses yang insya Allah akan kami jaga profesionalitasnya di tim hukum H2D,” pungkas Denny.

Fauzan Maududdin

Macro and Documentary Photographer, Author, Procurement Consultant

http://tamanpagi.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − ten =