Komunitas Wanita Kreatif Sulit Cari Tempat

Komunitas Wanita Kreatif (KWK) Banjarbaru kesulitan mencari tempat untuk mengadakan pertemuan rutin bulanan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua KWK, Ida Mawardi, Minggu (13/6).

Sejak mulai masa pendemi awal tahun 2020 yang lalu hingga pergantian kepemimpinan di Kota Banjarbaru, kumpulan para ibu rumah tangga yang pandai berwira usaha itu tidak punya tempat berkumpul lagi untuk sekadar mengadakan pertemuan rutin, maupun menggelar kegiatan workshop. “Sebelumnya KWK pernah dipinjami tempat pertemuan di Aula PKK,” ujar Ida.

Pada masa pemerintahan Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani, KWK yang saat itu bernama BMBS melaksanakan kegiatan pertemuan dan workshop bulanan di Aula PKK Jl. Taman Gembira Barat (belakang kolam renang Idaman Banjarbaru). “Oleh almarhum Pak Nadjmi dan Ibu Ririn waktu itu, kami difasilitasi dengan ijin untuk menggunakan aula PKK sebagai tempat pertemuan,” lanjut Ida.

BMBS (Belajar Menjahit Bersama Senwick’s) membentuk cabang di Kota Banjarbaru sekitar 6 tahun lalu. Senwick adalah singkatan dari Sentot Wicaksono, sang pendiri BMBS. Hingga pada tahun 2019, BMBS bertransformasi menjadi Komunitas Wanita Kreatif (KWK) karena sudah merasa tidak memiliki kesamaan visi dan misi lagi dengan pengurus pusat, “terakhir kami diwajibkan menyetor sebesar 20% iuran anggota ke kas pusat, itu cukup memberatkan karena untuk kegiatan sendiri saja masih sering dibantu oleh anggota dan donatur,” cerita Ida tentang latar belakang terbentuknya KWK.

Nama Komunitas Wanita Kreatif dipilih karena anggotanya seluruhnya wanita dan sebagian adalah para pengusaha kreatif, tidak hanya penjahit. “Di KWK ada wanita pengusaha mikro dan kecil dibidang fashion, kriya atau kerajinan, kuliner dan lain-lain,” jelas Ida sambil mengingat-ingat tanggal terbentuk KWK yakni 7 April 2019.

Selanjutnya mengenai tempat berkumpul dan berkegiatan, perempuan yang mahir menjahit tersebut mengharapkan Pemerintah Kota Banjarbaru dan instansi terkait dapat membantu memfasilitasi KWK mengingat saat ini komunitas yang dipimpinnya telah memiliki anggota sebanyak 69 orang. “Jumlah anggotanya lumayan banyak, jadi kalo mau mengadakan pertemuan harus di tempat yang agak luas. Apalagi jika sekaligus mengadakan workshop,” ujarnya.

“Alhamdulillah, workshop Bulan Juni ini tentang cara membuat jaket akhirnya dapat dibantu oleh Anggota DPRD Kota Banjarbaru dari Fraksi Nasdem, Bapak Takyin Baskoro, yang menguruskan ijin penggunaan ruang aula Linggangan Gedung DPRD Kota Banjarbaru,” ungkap Ida, seraya menceritakan bahwa permohonan untuk kembali menggunakan aula PKK belum mendapat jawaban dari Ketua PKK dan pihak sekretariat PKK Kota Banjarbaru.

Selanjutnya kegiatan Bulan Juli, KWK juga telah mendapatkan lampu hijau dari Bapak Darmawan Jaya Setiawan selaku pengelola Kota Santri Banjarbaru. “Pak Jaya sudah menawarkan kepada KWK untuk mengadakan workshop di aula Kota Santri,” ujar Ida Mawardi.

wanita kreatif banjarbaru
Komunitas Wanita Kreatif (KWK) Banjarbaru sedang belajar membuat pola menjahit (Foto : Fauzan Maududdin)
Deasy Arsyad

Event Planner, MC, Food Photographer

http://tamanpagi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve + 15 =