Pilkada Jadi Awal Titik Kritis Pengadaan Barang/Jasa

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) jadi awal titik kritis pengadaan barang/jasa (PBJ) pemerintah. Pilkada yang tidak pernah lepas dari fenomena politik uang (money politics) seolah menjadi titik awal menggelindingnya bola salju permasalahan PBJ di daerah. Fakta ini diungkapkan Ahli Pengadaan Barang/jasa dari KM & Partners, Khalid Mustafa, Kamis (21/10).

Khalid berbicara di depan 130-an orang peserta bimbingan teknis pengadaan barang/jasa yang diselenggarakan oleh KM & Partners tanggal 21-22 Oktober 2021 di Hotel Grand Inna Kuta, Bali.

“Setiap pemilihan kepala daerah muncul fenomena pengusaha yang kemudian menjadi penyedia pada pengadaan barang/jasa, memberikan modal kepada calon kepala daerah,” kata Khalid, “Entah itu untuk spanduk, kaos, bahkan buat amplop-amplop berisi uang saat pemungutan suara, ini selalu ditemukan dalam setiap kasus korupsi yang ditangani aparat hukum baik itu polisi, jaksa atau bahkan KPK”.

Setelah pelaksanaan pilkada, kepala daerah terpilih mulai memikirkan bagaimana cara mengembalikan modal yang diberikan oleh pengusaha-pengusaha tersebut. “There’s no free lunch, tidak ada makan siang gratis,” seloroh Khalid.

Kepala daerah terpilih mulai memanggil kepala-kepala dinas yang menjadi bawahannya untuk mengakomodir kepentingan para pemodal yang bersilih rupa menjadi penyedia barang/jasa. Dibalut dengan pidato agar setiap proses pengadaan barang/jasa harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sembari membisikkan “Jangan lupa yaa paket ini untuk PT.A, tolong diperhatikan yaa paket itu untuk PT.B”, kata Khalid.

Maka berikutnya yang muncul adalah pengadaan yang mengada-ada. Sejak perencanaan, proses pengadaan barang/jasa sudah mulai disusupi berbagai kepentingan, hingga terbit dokumen pemilihan yang semua persyaratannya sudah dikunci.

“Apalagi setelah ada Perlem LKPP No.12 Tahun 2021 yang memperbolehkan penambahan persyaratan selama masih sesuai dengan prinsip pengadaan dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Bagi saya itu bahasa bersayap,” tegas Khalid.

Pilkada Jadi Awal Titik Kritis Pengadaan Barang/Jasa

Potensi permasalahan yang ada pada Peraturan Lembaga (Perlem) LKPP No.12 Tahun 2021 harus menjadi perhatian, “Untuk bidang jasa konstruksi saja, terdapat 58 inkonsistensi di dalamnya. Itu baru yang major ya, belum yang minornya”, ungkap Khalid.

Fenomena lain dalam pengadaan barang/jasa yang sudah menjadi konsumsi publik adalah pada proses evaluasi penawaran. Jika dokumen penawaran yang dievaluasi bukan “jago”-nya, maka kesalahan akan dicari-cari hingga titik koma. “Sementara kalau yang dievaluasi adalah penawaran titipan, ibaratnya gak masukin penawaran pun bisa menang”, kelakar Khalid.

Sementara, Samsul Ramli, S.Sos., SCM. Cert.(ITC)., trainer dari KM & Partners menjabarkan beberapa titik kritis pengadaan barang/jasa pada saat persiapan proses pengadaan antara lain, penyusunan harga perkiraan sendiri (HPS) yang tidak sesuai peraturan dan keahlian, spesifikasi yang sudah diarahkan sejak awal, spesifikasi teknis tidak disusun dan/atau ditetapkan oleh pejabat pembuat komitmen (PPK), penggelembungan (mark up) HPS, dan dokumen referensi penyusunan HPS yang tidak diadministrasikan.

Pada pelaksanaan bimbingan teknis pengadaan barang/jasa yang diselenggarakan oleh KM & Partners, peserta diberikan opsi 3 (tiga) kelas materi yaitu Penyusunan Perencanaan dan Persiapan Pengadaan Tahun Anggaran 2022 untuk APBD, dengan trainer Hilman Rosada, SAP., MAP., dan Samsul Ramli, S.Sos., SCM. Cert. (ITC).

Kemudian kelas Sinkronisasi Model Dokumen Pengadaan (MDP) Jasa Konstruksi dan Tata Cara Evaluasi Penawaran Jasa Konstruksi oleh I Made Heriyana, S.H., CCMs., dan Juni Irawati, S.Kom., M.H., CCMs. Serta kelas Pengadaan dan Penunjukan Langsung dengan trainer I Made Sudarsana, S.E., dan Rahfan Mokoginta, SKM., M.S.A.

Pilkada Jadi Awal Titik Kritis Pengadaan Barang/Jasa
“Pilkada Jadi Awal Titik Kritis Pengadaan Barang/Jasa”, ungkap Khalid Mustafa.
Fauzan Maududdin

Macro and Documentary Photographer, Author, Procurement Consultant

http://tamanpagi.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − thirteen =