Tari Sinoman Hadrah Budaya Islam Banjar

Tari Sinoman Hadrah merupakan budaya Islam Banjar. Perpaduan unsur-unsur budaya Kerajaan Banjar yang dibalut dengan nuansa syiar Islam ini telah lama dikenal sebagai sebagai salah satu tari yang atraktif dan sering ditampilkan pada setiap peringatan hari-hari besar Islam, kegiatan keagamaan, acara perkawinan, atau saat menyambut tamu-tamu yang berkunjung ke Banua.

Tari Sinoman Hadrah adalah kesenian tradisional religius Banjar yang mengandung filosofi dan nilai-nilai budaya. Budaya dan tradisi orang Banjar yang merupakan hasil dari asimilasi selama berabad-abad. Kesenian tersebut dipengaruhi oleh budaya Islam yang memadukan kesenian antara seni suara (qasidah) dan seni tari yang berasal dari Parsi yang dibawa oleh para pedagang pedagang arab yang selanjutnya berbaur dengan budaya yang ada di daerah atau sekitar tempat tersebut.

Inti pokok dari Tari Sinoman Hadrah yaitu syair-syair yang dilantunkan berisi tentang puji-pujian dan sanjungan kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam. Di dalamnya ada nasehat dan petuah atau pesan moral namun tetap disampaikan dengan penuh perasaan dan suasana kegembiraan.

Kelompok Tari Sinoman Hadrah terdiri lima atau enam pendendang syair yang sekaligus penabuh rebana, satu atau beberapa orang pemutar payung ubur-ubur dan para penari rudat berjumlah 20 hingga 30 orang yang memegang bendera kecil berbentuk segitiga bertuliskan huruf arab atau asmaul husna.

Foto Tari Sinoman Hadrah ini dapat dilihat dalam resolusi tinggi dan dibeli di : https://www.shutterstock.com/image-photo/banjarmasin-south-kalimantanindonesia-december-17-2014-1282621720

sinoman hadrah
Tari Sinoman Hadrah budaya Islam Banjar
Fauzan Maududdin

Macro and Documentary Photographer, Author, Procurement Consultant

http://tamanpagi.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + 18 =