Walikota Banjarbaru Tetapkan PPKM Level III Selama 10 Hari

Walikota Banjarbaru H.M. Aditya Mufti Arifin tetapkan penerapan PPKM level III selama 10 hari ke depan. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diberlakukan di seluruh wilayah Kota Banjarbaru mulai tanggal 21 Juli hingga 31 Juli 2021.

Pengambilan keputusan penerapan PPKM tersebut disampaikan saat rapat koordinasi forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) dengan instansi terkait dari Pemerintah Kota Banjarbaru di Aula Gawi Sabarataan, Balai Kota Banjarbaru, Rabu (21/7).

“Berdasarkan perkembangan situasi terkini terkait tingginya kasus covid-19 di Banjarbaru dan Surat Keputusan KPC PEN yang menetapkan status Kota Banjarbaru di level III”, kata Aditya.

Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) mengkategorikan Kota Banjarbaru dan beberapa kota di luar Jawa berada di level III berdasarkan berkembangan kasus Covid-19 di daerah setempat dalam 14 hari terakhir.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh tamanpagi.com mengenai perbedaan PPKM level III dan level IV dijelaskan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri No.22 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

PPKM level III diterapkan berdasarkan ada 50-150 kasus COVID-19 per 100 ribu penduduk, 10-30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 2-5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Sementara, menurut laporan Walikota dari data yang diberikan Dinas Kesehatan, dalam dua pekan terakhir rumah sakit daerah Idaman Kota Banjarbaru menampung 15 hingga 20 pasien positif Covid-19 per hari dan 3-4 orang per hari meninggal dunia akibat virus mematikan tersebut.

Atas dasar penetapan status PPKM level III itu, Walikota menginstruksikan kepada seluruh warga Kota Banjarbaru agar menghindari kegiatan di luar rumah, kecuali jika sangat mendesak. “Proses belajar mengajar 100% dilakukan secara daring (online) dan sektor industri 50% bekerja sistem shift”, jelasnya.

Untuk sektor lain, rumah makan, restoran dan kafe hanya boleh untuk transaksi pesan antar. Warung lapak jalan atau Pedagang Kaki Lima (PKL) diizinkan buka dengan menggunakan protokol kesehatan lebih ketat sesuai peraturan daerah. 

Aditya juga menjelaskan bahwa fasilitas umum sementara akan ditutup total, masjid dianjurkan tidak menggelar shalat berjemaah, dan kapasitas penumpang transportasi umum dibatasi, hanya 75 persen termasuk waktu operasionalnya.

“Mal dan pusat perbelanjaan hanya diperbolehkan buka hingga pukul 17.00 WITA, sedangkan pasar tradisional tetap diizinkan buka namun wajib menerapkan protokol kesehatan yang akan diawasi secara ketat”, terang pemegang pucuk pimpinan di Kota Idaman tersebut.

Bersama Walikota Banjarbaru, rapat koordinasi Forkopimda hadir juga Ketua DPRD Fadliansyah Akbar, Dandim 1006/Martapura Letkol Inf. Imam Muchtarom, Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso dan Ketua Pengadilan Negeri Benny Sudarsono, S.H., M.H.

Adapun dari Pemerintah Kota Banjarbaru hadir Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Satpol PP, Kepala BPKAD, Kepala Pelaksana BPBD serta Kapolsek, Danramil hingga Babinsa dan Bhabinkamtibmas dari seluruh wilayah Kota Banjarbaru.

Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Arifin
W.alikota Banjarbaru saat rapat koordinasi Forkopimda Kota Banjarbaru dengan instansi terkait di Aula Gawi Sabarataan (Foto : ISTIMEWA)
Fauzan Maududdin

Macro and Documentary Photographer, Author, Procurement Consultant

http://tamanpagi.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 2 =